Hitungan jodoh weton yang paling umum memakai tiga langkah: tentukan neptu weton masing-masing, jumlahkan keduanya, lalu bagi totalnya dengan 8. Sisa pembagian itu dibaca sebagai salah satu dari delapan nama, dari Pegat sampai Pesthi, yang masing-masing punya makna untuk rumah tangga.
Hitungan ini masih dipakai banyak keluarga Jawa sebelum menentukan lamaran atau tanggal pernikahan. Artikel ini menjelaskan caranya, arti setiap sisa, contoh hitungan, dan hal yang perlu diingat sebelum membaca hasilnya terlalu serius.
Untuk langsung melihat hasil dua weton, gunakan kalkulator kecocokan weton. Alat itu juga menampilkan beberapa hitungan lain dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.
Langkah hitungan jodoh weton
1. Cari weton dan neptu masing-masing
Weton adalah hari dan pasaran saat lahir, misalnya Kamis Legi. Neptunya adalah jumlah nilai hari dan pasaran. Hari bernilai Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, dan pasaran bernilai Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8.
Bila belum tahu weton Anda atau pasangan, panduan cara menghitung weton menjelaskan langkahnya, termasuk aturan lahir setelah magrib.
2. Jumlahkan kedua neptu
Karena neptu satu orang berkisar 7 sampai 18, jumlah dua orang selalu berada di antara 14 dan 36. Urutan siapa yang dihitung lebih dulu tidak berpengaruh, karena hasil penjumlahannya sama.
3. Bagi dengan 8 dan baca sisanya
Bagi jumlah tadi dengan 8, lalu lihat sisanya. Bila habis dibagi (sisa 0), hasilnya dibaca sebagai baris ke-8, yaitu Pesthi.

Foto: Oyonraiman, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Wedding Ceremony in Java, Indonesia (1).jpg).
Tabel sisa hitungan jodoh weton
| Sisa | Nama | Bacaan singkat |
|---|---|---|
| 1 | Pegat | Mengingatkan risiko renggang, perlu dirawat dengan sengaja |
| 2 | Ratu | Dibaca sangat baik, serasi dan dihormati |
| 3 | Jodoh | Cocok dan saling melengkapi |
| 4 | Topo | Awal penuh penyesuaian, membaik seiring waktu |
| 5 | Tinari | Lapang rezeki |
| 6 | Padu | Sering berselisih soal kecil |
| 7 | Sujanan | Mengingatkan ujian kepercayaan |
| 0 (8) | Pesthi | Rukun dan tenteram |
Bacaan di atas sudah diperhalus. Primbon lama memakai bahasa yang lebih keras, misalnya untuk Pegat dan Sujanan, tetapi arah bacaannya sama.
Contoh hitungan
Misalkan calon suami lahir Kamis Legi (8 + 5 = 13) dan calon istri lahir Sabtu Pon (9 + 7 = 16). Jumlahnya 29. Angka 29 dibagi 8 bersisa 5, yang jatuh pada Tinari.
Contoh kedua: Jumat Legi (11) dan Senin Pon (11) berjumlah 22. Sisa pembagiannya 6, sehingga jatuh pada Padu.
Jumlah yang sering ditanyakan
Banyak orang mencari arti jumlah tertentu, misalnya "weton jodoh ketemu 24". Berikut ringkasannya untuk jumlah yang paling sering dicari.
| Jumlah neptu | Sisa dibagi 8 | Nama |
|---|---|---|
| 22 | 6 | Padu |
| 23 | 7 | Sujanan |
| 24 | 0 | Pesthi |
| 25 | 1 | Pegat |
| 26 | 2 | Ratu |
| 27 | 3 | Jodoh |
| 28 | 4 | Topo |
| 29 | 5 | Tinari |
Primbon punya lebih dari satu cara
Hitungan dibagi 8 hanyalah salah satu cara. Kitab Primbon Betaljemur Adammakna memuat beberapa hitungan pasangan lain di bab No. 15 sampai 25, misalnya membagi neptu masing-masing orang dengan 9, atau menjumlahkan neptu lalu membaginya dengan 4.
| Bab | Cara hitung | Yang dibaca |
|---|---|---|
| No. 15 | Neptu tiap orang dibagi 9, sisanya dibaca berpasangan | Pasangan sisa, misalnya 1 dan 1 |
| No. 16 | Jumlah neptu berdua dibagi 4 | Gento, Gembili, Sri, Punggel |
| No. 17 | Hari lahir berdua saja, tanpa pasaran | Pasangan hari |
| No. 22 | Jumlah neptu dibagi 10, bila sisanya lebih dari 7 dibagi 7 | Tujuh bacaan, dari Wasesa Segara sampai Lebu Katiup Angin |
| No. 23 | Jumlah neptu berdua dibagi 5 | Sri, Dana, Lara, Pati, Lungguh |
| No. 24 | Neptu weton, bulan, tahun, dan tanggal Jawa kelahiran berdua, dibagi 9 | Wali, Penghulu, Pengantin |
| No. 25 | Jumlah yang sama dengan No. 24, dibagi 3 | Begja, Lara, Pati |
Tabel di atas memperlihatkan betapa berbedanya bahan yang dipakai. Ada bab yang hanya membaca hari lahir, ada yang memakai neptu, dan ada yang memerlukan tanggal, bulan, dan tahun Jawa kelahiran kedua orang.
Karena angka pembagi dan nama-nama yang dibaca berbeda, satu pasangan bisa mendapat hasil baik dalam satu hitungan dan kurang baik dalam hitungan lain. Kitab itu sendiri tidak memilih satu cara sebagai yang paling benar, sehingga keluarga biasanya mengikuti cara yang lazim di daerahnya.

Foto: Serenity, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Janur kuning.jpg).
Hitungan hari pernikahan
Setelah pasangan dianggap cocok, banyak keluarga juga menghitung hari akad. Caranya menjumlahkan neptu kedua calon pengantin dengan neptu hari yang dipilih, lalu membaginya dengan 5. Sisanya dibaca sebagai Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, atau Pati, dan tiga yang pertama dianggap baik.
Alat hari baik menandai setiap hari dalam satu bulan menurut beberapa bab kitab, termasuk larangan bulan dan tanggal tertentu.
Kesalahan yang membuat hasil berbeda
Bila hasil Anda berbeda dengan hitungan keluarga atau situs lain, periksa tiga hal berikut sebelum menyimpulkan apa pun.
Weton salah satu orang keliru
Penyebab paling umum adalah weton yang dihitung dari tanggal di akta tanpa melihat jam lahir. Kelahiran setelah magrib sudah masuk hari Jawa berikutnya, sehingga neptunya bisa berubah beberapa angka.
Cara hitung yang dipakai berbeda
Satu sumber membagi dengan 8, sumber lain dengan 5, 4, atau 9. Nama yang muncul pun berbeda, jadi "Ratu" dari satu cara tidak bisa dibandingkan langsung dengan "Sri" dari cara lain.
Urutan nama dibaca dari titik berbeda
Beberapa sumber memulai urutan dari sisa 0, sumber lain dari sisa 1. Di situs ini, sisa 1 dibaca Pegat dan sisa 0 dibaca sebagai baris terakhir, Pesthi, mengikuti tabel tradisional.
Cara membaca hasil dengan bijak
Hitungan jodoh adalah tradisi yang hidup, bukan hukum. Hasil yang kurang baik tidak berarti hubungan harus diakhiri. Dalam tradisi Jawa sendiri, hasil seperti Pegat atau Padu sering disikapi dengan nasihat, selamatan, atau pemilihan hari pernikahan yang lebih baik, bukan dengan pembatalan.
Cara paling sehat adalah memakai bacaan sebagai bahan percakapan: apa yang perlu dijaga bersama, dan kebiasaan apa yang sebaiknya dibangun sejak awal. Keputusan menikah tetap ditentukan oleh kedua orang dan keluarganya.

Foto: FaizAttariqi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Pertunjukan Wayang Kulit.jpg).
FAQ
Weton jodoh ketemu 24 artinya apa?
Jumlah 24 habis dibagi 8, sehingga dibaca sebagai baris ke-8, yaitu Pesthi. Pesthi dibaca sebagai rumah tangga yang rukun dan tenteram.
Weton jodoh ketemu 27 artinya apa?
Jumlah 27 dibagi 8 bersisa 3, yang jatuh pada Jodoh. Hitungan ini menggambarkan pasangan yang cocok dan saling melengkapi.
Weton jodoh ketemu 25 apakah baik?
Jumlah 25 bersisa 1 dan jatuh pada Pegat, yang secara tradisi mengingatkan risiko renggang. Banyak keluarga menyikapinya dengan nasihat dan pemilihan hari pernikahan yang baik, bukan dengan membatalkan rencana.
Bagaimana bila weton kami sama?
Weton yang sama tetap bisa dihitung seperti biasa. Misalnya dua orang yang sama-sama lahir Rabu Pon (neptu 14) berjumlah 28, yang bersisa 4 dan jatuh pada Topo. Beberapa keluarga punya pantangan sendiri untuk weton yang sama, tetapi aturan itu berbeda antardaerah.
Apakah hitungan jodoh weton harus diikuti?
Tidak ada kewajiban. Hitungan ini warisan budaya dan bahan refleksi. Kitab primbon sendiri memuat beberapa cara hitung yang bisa saling berbeda.
Sumber
- Weton, Wikipedia bahasa Indonesia
- Pernikahan adat Jawa, Wikipedia bahasa Indonesia
- Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, edisi bahasa Indonesia (1994), bab No. 15 sampai 25.
