Langsung ke isi
LifePathCodex

Hitungan Jodoh Weton: Cara, Tabel Sisa, dan Artinya

Sepasang kembar mayang dari janur kuning untuk upacara pernikahan adat Jawa
Foto: Kembangraps, CC0, via Wikimedia Commons (Kembar mayang Pj DSC 0417.jpg).

Hitungan jodoh weton yang paling umum memakai tiga langkah: tentukan neptu weton masing-masing, jumlahkan keduanya, lalu bagi totalnya dengan 8. Sisa pembagian itu dibaca sebagai salah satu dari delapan nama, dari Pegat sampai Pesthi, yang masing-masing punya makna untuk rumah tangga.

Hitungan ini masih dipakai banyak keluarga Jawa sebelum menentukan lamaran atau tanggal pernikahan. Artikel ini menjelaskan caranya, arti setiap sisa, contoh hitungan, dan hal yang perlu diingat sebelum membaca hasilnya terlalu serius.

Untuk langsung melihat hasil dua weton, gunakan kalkulator kecocokan weton. Alat itu juga menampilkan beberapa hitungan lain dari Kitab Primbon Betaljemur Adammakna.

Langkah hitungan jodoh weton

1. Cari weton dan neptu masing-masing

Weton adalah hari dan pasaran saat lahir, misalnya Kamis Legi. Neptunya adalah jumlah nilai hari dan pasaran. Hari bernilai Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, dan pasaran bernilai Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8.

Bila belum tahu weton Anda atau pasangan, panduan cara menghitung weton menjelaskan langkahnya, termasuk aturan lahir setelah magrib.

2. Jumlahkan kedua neptu

Karena neptu satu orang berkisar 7 sampai 18, jumlah dua orang selalu berada di antara 14 dan 36. Urutan siapa yang dihitung lebih dulu tidak berpengaruh, karena hasil penjumlahannya sama.

3. Bagi dengan 8 dan baca sisanya

Bagi jumlah tadi dengan 8, lalu lihat sisanya. Bila habis dibagi (sisa 0), hasilnya dibaca sebagai baris ke-8, yaitu Pesthi.

Pengantin Jawa dalam upacara pernikahan adat sambil membawa kembar mayang dari janur

Foto: Oyonraiman, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Wedding Ceremony in Java, Indonesia (1).jpg).

Tabel sisa hitungan jodoh weton

Sisa Nama Bacaan singkat
1 Pegat Mengingatkan risiko renggang, perlu dirawat dengan sengaja
2 Ratu Dibaca sangat baik, serasi dan dihormati
3 Jodoh Cocok dan saling melengkapi
4 Topo Awal penuh penyesuaian, membaik seiring waktu
5 Tinari Lapang rezeki
6 Padu Sering berselisih soal kecil
7 Sujanan Mengingatkan ujian kepercayaan
0 (8) Pesthi Rukun dan tenteram

Bacaan di atas sudah diperhalus. Primbon lama memakai bahasa yang lebih keras, misalnya untuk Pegat dan Sujanan, tetapi arah bacaannya sama.

Contoh hitungan

Misalkan calon suami lahir Kamis Legi (8 + 5 = 13) dan calon istri lahir Sabtu Pon (9 + 7 = 16). Jumlahnya 29. Angka 29 dibagi 8 bersisa 5, yang jatuh pada Tinari.

Contoh kedua: Jumat Legi (11) dan Senin Pon (11) berjumlah 22. Sisa pembagiannya 6, sehingga jatuh pada Padu.

Jumlah yang sering ditanyakan

Banyak orang mencari arti jumlah tertentu, misalnya "weton jodoh ketemu 24". Berikut ringkasannya untuk jumlah yang paling sering dicari.

Jumlah neptu Sisa dibagi 8 Nama
22 6 Padu
23 7 Sujanan
24 0 Pesthi
25 1 Pegat
26 2 Ratu
27 3 Jodoh
28 4 Topo
29 5 Tinari

Primbon punya lebih dari satu cara

Hitungan dibagi 8 hanyalah salah satu cara. Kitab Primbon Betaljemur Adammakna memuat beberapa hitungan pasangan lain di bab No. 15 sampai 25, misalnya membagi neptu masing-masing orang dengan 9, atau menjumlahkan neptu lalu membaginya dengan 4.

Bab Cara hitung Yang dibaca
No. 15 Neptu tiap orang dibagi 9, sisanya dibaca berpasangan Pasangan sisa, misalnya 1 dan 1
No. 16 Jumlah neptu berdua dibagi 4 Gento, Gembili, Sri, Punggel
No. 17 Hari lahir berdua saja, tanpa pasaran Pasangan hari
No. 22 Jumlah neptu dibagi 10, bila sisanya lebih dari 7 dibagi 7 Tujuh bacaan, dari Wasesa Segara sampai Lebu Katiup Angin
No. 23 Jumlah neptu berdua dibagi 5 Sri, Dana, Lara, Pati, Lungguh
No. 24 Neptu weton, bulan, tahun, dan tanggal Jawa kelahiran berdua, dibagi 9 Wali, Penghulu, Pengantin
No. 25 Jumlah yang sama dengan No. 24, dibagi 3 Begja, Lara, Pati

Tabel di atas memperlihatkan betapa berbedanya bahan yang dipakai. Ada bab yang hanya membaca hari lahir, ada yang memakai neptu, dan ada yang memerlukan tanggal, bulan, dan tahun Jawa kelahiran kedua orang.

Karena angka pembagi dan nama-nama yang dibaca berbeda, satu pasangan bisa mendapat hasil baik dalam satu hitungan dan kurang baik dalam hitungan lain. Kitab itu sendiri tidak memilih satu cara sebagai yang paling benar, sehingga keluarga biasanya mengikuti cara yang lazim di daerahnya.

Hiasan janur kuning melengkung di depan rumah tanda ada hajatan pernikahan

Foto: Serenity, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Janur kuning.jpg).

Hitungan hari pernikahan

Setelah pasangan dianggap cocok, banyak keluarga juga menghitung hari akad. Caranya menjumlahkan neptu kedua calon pengantin dengan neptu hari yang dipilih, lalu membaginya dengan 5. Sisanya dibaca sebagai Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, atau Pati, dan tiga yang pertama dianggap baik.

Alat hari baik menandai setiap hari dalam satu bulan menurut beberapa bab kitab, termasuk larangan bulan dan tanggal tertentu.

Kesalahan yang membuat hasil berbeda

Bila hasil Anda berbeda dengan hitungan keluarga atau situs lain, periksa tiga hal berikut sebelum menyimpulkan apa pun.

Weton salah satu orang keliru

Penyebab paling umum adalah weton yang dihitung dari tanggal di akta tanpa melihat jam lahir. Kelahiran setelah magrib sudah masuk hari Jawa berikutnya, sehingga neptunya bisa berubah beberapa angka.

Cara hitung yang dipakai berbeda

Satu sumber membagi dengan 8, sumber lain dengan 5, 4, atau 9. Nama yang muncul pun berbeda, jadi "Ratu" dari satu cara tidak bisa dibandingkan langsung dengan "Sri" dari cara lain.

Urutan nama dibaca dari titik berbeda

Beberapa sumber memulai urutan dari sisa 0, sumber lain dari sisa 1. Di situs ini, sisa 1 dibaca Pegat dan sisa 0 dibaca sebagai baris terakhir, Pesthi, mengikuti tabel tradisional.

Cara membaca hasil dengan bijak

Hitungan jodoh adalah tradisi yang hidup, bukan hukum. Hasil yang kurang baik tidak berarti hubungan harus diakhiri. Dalam tradisi Jawa sendiri, hasil seperti Pegat atau Padu sering disikapi dengan nasihat, selamatan, atau pemilihan hari pernikahan yang lebih baik, bukan dengan pembatalan.

Cara paling sehat adalah memakai bacaan sebagai bahan percakapan: apa yang perlu dijaga bersama, dan kebiasaan apa yang sebaiknya dibangun sejak awal. Keputusan menikah tetap ditentukan oleh kedua orang dan keluarganya.

Siluet gunungan wayang kulit di balik layar pertunjukan yang diterangi lampu

Foto: FaizAttariqi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Pertunjukan Wayang Kulit.jpg).

FAQ

Weton jodoh ketemu 24 artinya apa?

Jumlah 24 habis dibagi 8, sehingga dibaca sebagai baris ke-8, yaitu Pesthi. Pesthi dibaca sebagai rumah tangga yang rukun dan tenteram.

Weton jodoh ketemu 27 artinya apa?

Jumlah 27 dibagi 8 bersisa 3, yang jatuh pada Jodoh. Hitungan ini menggambarkan pasangan yang cocok dan saling melengkapi.

Weton jodoh ketemu 25 apakah baik?

Jumlah 25 bersisa 1 dan jatuh pada Pegat, yang secara tradisi mengingatkan risiko renggang. Banyak keluarga menyikapinya dengan nasihat dan pemilihan hari pernikahan yang baik, bukan dengan membatalkan rencana.

Bagaimana bila weton kami sama?

Weton yang sama tetap bisa dihitung seperti biasa. Misalnya dua orang yang sama-sama lahir Rabu Pon (neptu 14) berjumlah 28, yang bersisa 4 dan jatuh pada Topo. Beberapa keluarga punya pantangan sendiri untuk weton yang sama, tetapi aturan itu berbeda antardaerah.

Apakah hitungan jodoh weton harus diikuti?

Tidak ada kewajiban. Hitungan ini warisan budaya dan bahan refleksi. Kitab primbon sendiri memuat beberapa cara hitung yang bisa saling berbeda.

Sumber