Hitungan Ukuran Rumah
Pilih apa yang dihitung, lalu masukkan jumlahnya: usuk, anak tangga, galar balai-balai, depa ke sumur, atau nomor bagian dinding untuk pintu halaman.
Cara mengukur setiap jenis hitungan
- Fondasi bagian belakang (No. 185)Ukur dari tepi halaman sebelah barat atau utara sampai tepi fondasi, memakai tinggi badan pemilik rumah sebagai ukuran, lalu masukkan jumlah hitungannya. Kitab tidak merinci ukuran itu lebih jauh.
- Usuk rumah (No. 187)Hitung usuk berkelompok lima-lima (megeng lima-lima), lalu masukkan jumlah usuknya.
- Usuk menurut jenis bangunan (No. 188)Masukkan jumlah usuk. Kitab mencocokkan sisanya dengan jenis bangunan, misalnya dapur sebaiknya 18, 23, atau 28 usuk.
- Kerangka rumah (No. 189)Ukur dengan telapak kaki pembuat rumah, lalu masukkan jumlahnya.
- Anak tangga, cara pertama (No. 191)Masukkan jumlah anak tangga.
- Anak tangga, cara kedua (No. 192)Masukkan jumlah anak tangga.
- Galar balai-balai (No. 193)Sebelum dipasang, masukkan jumlah bilah galar (plupuh) balai-balai.
- Pintu halaman, cara pertama (No. 194)Bagi panjang dinding tempat pintu menjadi 5 bagian. Pilih arah hadap pintu, lalu masukkan nomor bagian tempat pintu berada, dihitung dari sisi yang disebut kitab.
- Pintu halaman, cara kedua (No. 195)Seperti cara pertama, tetapi dinding dibagi 9. Bacaannya berbeda untuk tiap arah hadap pintu.
- Pintu halaman, cara ketiga (No. 196)Bagi panjang dinding menjadi 9 bagian. Pilih arah hadap pintu, lalu masukkan nomor bagiannya. Cara ini mulai menghitung dari sisi yang berbeda dengan cara pertama.
- Jarak sumur dalam depa (No. 197)Ukur dari tengah lantai rumah sampai sumur dengan depa (rentang kedua lengan), lalu masukkan jumlahnya.
- Letak sumur di sekitar rumah (No. 198)Pilih arah hadap rumah dan letak sumur dilihat dari rumah. Kitab menganjurkan letak nomor 1 dan 8.
- Rasa air sumur (No. 199)Ukur dari tepi fondasi dapur sebelah utara sampai sumur di sebelah selatan dengan ukuran leher baju calon pemilik, lalu masukkan jumlahnya.
Bagaimana ukuran dibaca?
Primbon menghitung bagian rumah melalui deret nama, misalnya Sri, Kitri, Gana, Liyu, dan Pokah untuk usuk. Jumlah yang dihitung dibagi sebanyak nama dalam deret itu, dan sisanya menunjukkan nama yang dibaca.
Untuk pintu halaman, dinding dibagi 5 atau 9 bagian dan dihitung dari sisi tertentu menurut arah hadap pintu. Untuk letak sumur, kitab menomori delapan tempat di sekitar rumah menurut arah hadap rumah.