Cara menghitung weton pada dasarnya ada dua langkah: menemukan hari pasaran pada tanggal lahir Anda, lalu menjumlahkan nilai neptu hari dan pasarannya. Weton sendiri adalah pasangan hari tujuh (Senin sampai Minggu) dan hari pasaran lima (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang jatuh pada hari kelahiran.
Langkah pertama sering terasa paling sulit, karena kalender sehari-hari tidak mencantumkan pasaran. Panduan ini menjelaskan cara menemukannya tanpa kalender Jawa cetak, cara membaca neptu, dan satu hal yang sering terlewat: hari Jawa berganti saat matahari terbenam, bukan tengah malam.
Bila ingin langsung melihat hasilnya, kalkulator weton di situs ini menghitung hari, pasaran, neptu, dan wuku dari tanggal lahir Anda.
Apa yang dihitung dalam weton
Kalender Jawa menjalankan dua siklus hari sekaligus. Siklus pertama adalah pekan tujuh hari yang sudah kita kenal. Siklus kedua adalah pancawara atau pasaran, pekan lima hari yang namanya dulu dipakai untuk menandai hari pasar di desa-desa Jawa.
Karena 7 dan 5 tidak punya faktor yang sama, kombinasi keduanya baru berulang setelah 35 hari. Itulah sebabnya ada 35 weton, dari Senin Legi sampai Minggu Kliwon, dan weton yang sama datang lagi setiap 35 hari (selapan).

Foto: www.gardabala.id, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Kalender asapon.jpg).
Nilai neptu hari dan pasaran
Setiap hari dan pasaran punya nilai angka yang disebut neptu. Nilai ini sama di hampir semua primbon, termasuk Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, dan menjadi dasar hampir semua hitungan lain.
| Hari | Neptu | Pasaran | Neptu |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | ||
| Sabtu | 9 |
Neptu weton adalah jumlah keduanya. Nilai terkecil adalah 7 (Selasa Wage, 3 + 4) dan terbesar 18 (Sabtu Pahing, 9 + 9).
Cara menghitung weton langkah demi langkah
Berikut urutan yang bisa Anda ikuti dengan kertas dan kalender biasa.
1. Pastikan hari dalam pekan
Lihat hari apa tanggal lahir Anda jatuh. Kalender digital di ponsel bisa menunjukkan hari untuk tanggal lama sekalipun.
2. Temukan pasarannya
Pasaran tidak bisa ditebak dari tanggal Masehi, karena bergeser terus terhadap bulan dan tahun. Cara paling mudah adalah memakai satu tanggal acuan yang pasarannya sudah diketahui, lalu menghitung selisih harinya.
Contoh acuan yang sering dipakai: 17 Agustus 1945 jatuh pada Jumat Legi. Hitung selisih hari antara tanggal itu dan tanggal lahir Anda, lalu bagi dengan 5. Sisa 0 berarti Legi, sisa 1 Pahing, sisa 2 Pon, sisa 3 Wage, dan sisa 4 Kliwon (untuk tanggal setelah acuan).
Cara manual ini rawan salah hitung, terutama untuk selisih puluhan ribu hari. Itulah alasan kalkulator atau kalender Jawa cetak lebih sering dipakai.

Foto: Ivuvisual, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Pasar Tradisional Jawa Timur.jpg).
3. Jumlahkan neptunya
Setelah hari dan pasaran diketahui, ambil nilainya dari tabel di atas lalu jumlahkan. Contoh: Jumat (6) dan Legi (5) menghasilkan neptu 11.
4. Periksa jam lahir
Dalam kalender Jawa, hari berganti saat matahari terbenam, sama seperti kalender Hijriah. Seseorang yang lahir pada Kamis malam setelah magrib, dalam hitungan Jawa, sudah masuk hari Jumat beserta pasaran berikutnya.
Banyak orang terlewat di langkah ini, padahal hasilnya bisa berbeda satu weton penuh. Bila Anda lahir di sekitar waktu magrib, catat jamnya dan tanyakan kepada keluarga apakah bayi lahir sebelum atau sesudah gelap.
Contoh cara menghitung weton
Ambil tanggal 17 Agustus 1945, hari Proklamasi. Hari itu Jumat, pasarannya Legi, sehingga wetonnya Jumat Legi dengan neptu 6 + 5 = 11.
Contoh kedua: seseorang lahir pada Senin, 1 Januari 2001. Menurut catatan kalender, hari itu Senin Pahing, sehingga neptunya 4 + 9 = 13. Bila ia lahir pukul 19.00 malam, hitungan Jawanya sudah masuk Selasa Pon dengan neptu 3 + 7 = 10.

Foto: Ivuvisual, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons (Kesenian Wayang Kulit 2.jpg).
Kesalahan yang sering terjadi
Hampir semua hasil yang keliru berasal dari empat kesalahan berikut. Memeriksanya satu per satu biasanya cukup untuk menemukan sumber masalah.
Memakai tanggal di akta tanpa melihat jam lahir
Akta kelahiran mencatat tanggal Masehi, yang berganti pukul 00.00. Kalender Jawa berganti saat petang. Untuk kelahiran antara magrib dan tengah malam, tanggal di akta dan hari Jawanya berbeda satu hari.
Tertukar antara nama Minggu dan Ahad
Primbon lama menulis Ahad untuk hari Minggu. Keduanya hari yang sama dengan neptu 5, jadi tidak ada yang perlu dikonversi. Begitu pula Pahing yang kadang ditulis Paing.
Menghitung selisih hari tanpa tahun kabisat
Saat mencari pasaran secara manual, setiap 29 Februari ikut dihitung. Satu hari yang terlewat sudah cukup untuk menggeser pasaran satu langkah dan mengubah neptu.
Mencampur neptu dari tabel yang berbeda
Hampir semua primbon memakai nilai neptu yang sama, tetapi ada bab tertentu yang memakai nilai khusus untuk hitungan tertentu. Kitab Betaljemur, misalnya, punya hitungan yang memberi Jumat nilai 1 dan Kamis nilai 7. Untuk weton biasa, pakailah tabel di atas.
Weton, wuku, dan tanggal Jawa
Weton hanya satu bagian dari tanggal lahir menurut kalender Jawa. Tanggal yang sama juga punya wuku, yaitu satu dari 30 pekan dalam siklus 210 hari, dan tanggal bulan Jawa seperti 9 Pasa atau 1 Sura.
Ketiganya dihitung dengan cara berbeda. Weton berulang setiap 35 hari, wuku setiap 210 hari, sedangkan bulan Jawa mengikuti peredaran bulan sejak diperkenalkan oleh Sultan Agung dari Mataram pada 1633, seperti dicatat dalam artikel kalender Jawa di Wikipedia. Primbon memakai ketiganya untuk bacaan yang berbeda.
Daftar 30 wuku beserta tanggalnya bisa Anda lihat di halaman wuku.
Setelah weton diketahui
Neptu weton dipakai untuk banyak hitungan dalam primbon. Yang paling dikenal adalah hitungan jodoh, yaitu menjumlahkan neptu dua orang. Anda bisa mencobanya di halaman kecocokan weton.
Primbon juga memakai neptu untuk memilih hari baik bagi hajatan, membaca watak, dan menentukan arah. Daftar semua nilai neptu beserta wetonnya ada di halaman daftar neptu.
Perlu diingat, primbon adalah warisan budaya dan bahan refleksi. Satu kitab bisa memuat beberapa cara hitung yang hasilnya berbeda, jadi bacalah hasilnya sebagai salah satu pandangan, bukan kepastian.
FAQ
Bagaimana cara menghitung weton berdasarkan tanggal lahir?
Tentukan hari dalam pekan dan pasaran pada tanggal lahir, lalu jumlahkan neptu keduanya. Pasaran bisa dicari dari kalender Jawa cetak, dari selisih hari dengan tanggal acuan, atau dengan kalkulator weton.
Berapa neptu weton yang paling tinggi?
Neptu tertinggi adalah 18, yaitu Sabtu Pahing (Sabtu 9 dan Pahing 9). Neptu terendah adalah 7, yaitu Selasa Wage (Selasa 3 dan Wage 4).
Apakah lahir malam hari mengubah weton?
Ya, bila lahir setelah matahari terbenam. Hari Jawa dimulai saat matahari terbenam, sehingga kelahiran setelah magrib dihitung masuk hari dan pasaran berikutnya.
Apakah weton sama dengan hari pasaran?
Tidak persis. Hari pasaran hanya salah satu dari lima nama (Legi sampai Kliwon), sedangkan weton adalah gabungan hari dan pasaran, misalnya Rabu Pon. Karena itu ada 35 weton, bukan lima.
Berapa hari sekali weton berulang?
Setiap 35 hari, karena siklus tujuh hari dan lima pasaran baru bertemu kembali setelah 7 x 5 = 35 hari. Periode ini disebut selapan.
Sumber
- Weton, Wikipedia bahasa Indonesia
- Pancawara, Wikipedia bahasa Indonesia
- Javanese calendar, Wikipedia bahasa Inggris (ditautkan di atas)
- Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, edisi bahasa Indonesia (1994), bab neptu hari dan pasaran.
